UMKM Mendadak Digital : Kenali Resiko dan Strategi Pemasaran

79 / 100

Jika saya memberi tahu Anda sesuatu tentang efek Mendadak Digital membuat Anda berpikir, ‘Anda harus siap untuk pasar digital’? Itulah alasan mengapa saya menggunakan kata ‘Mendadak Digital’, tetapi semua UMKM harus dipersiapkan untuk pasar digital. Digital Marketing adalah topik yang sangat penting.

Resiko UMKM Mendadak Digital
Resiko UMKM Mendadak Digital

Jika UMKM telah siap untuk memproduksi atau menyediakan produk, layanan dan bisnisnya tentu dapat melompat ke pasar digital tidak terlalu menakutkan hanya saja anda perlu dipahamkan tentang ‘esensial marketing’ diamana anda akan belajar bagaimana anda mengenal dan memahami kebutuhan pasar serta memungkinkan anda untuk dengan cepat membuat strategi pemasaran yang bisa memuaskan pasar.

Dalam beberapa artikel marketing, saya sering mengingatkan bahwa digital marketing adalah ‘tool’ sementara ‘marketing’-nya itu sendiri adalah knowledge dan skill yang harus dipelajari terlebih dahulu.

Resiko UMKM Mendadak Digital

Gangguan digital Disrupsi digital benar-benar berbahaya karena semua orang mengharapkan untuk menemukan sesuatu yang serupa di mana-mana, bahkan di media sosial.

Adakah resiko dari adanya fenomena ‘mendadak digital‘ ini? Tentu ada perubahan besar di pasar karena tiba-tiba, banyak orang menyadari bahwa ada banyak jenis produk dan layanan yang berbeda karena itu perang harga di social media dan di marketplace yang tidak bisa di hindari. Banyak UMKM masih mengembangkan strategi pemasaran mereka dan tidak siap untuk merilis produk mereka di dunia digital. Mereka ingin menjual produk hanya seketika, tanpa melalui proses ‘awareness’ terhadap bisnis dan produknya. Bahkan mereka tidak tahu banyak tentang bisnis dan produknya. Mereka tidak yakin dengan strategi penetapan harga mereka atau mereka tidak dapat dengan mudah tahu bagaimana menentukan HPP produk tapi di social media sudah langsung ‘buka harga’ dan sebagainya.

contoh perang harga di marketplace

Hal-hal tersebut di atas sering membuat gaduh UMKM yang lain yang benar-benar mereka telah siap dengan produk dan layanannya, mereka harus rela tidak dilirik oleh pasar karena harga mereka di atas para ‘pendatang’ baru yang tidak paham ‘aturan’ tersebut.

Perang harga sangat merugikan produsen karena banyak sekali produk yang dipromosikan di media social dan marketplace sangat mirip satu sama lain. Yang harganya murah pastilah yang jadi pilihan pertama ketika pasar belum tahu mana yang baik dan mana yang buruk di dunia maya. Akan lebih buruk jika pasar langsung kapok dengan pengalaman pertama dengan produsen baru atau pemain baru yang tidak banyak tahu tentang kebuthan pasar atau produk yang mereka jual. Akhirnya mereka memberikan stigma negatif pada jenis produk tersebut, dianggap semua tidak bagus.

Para pendatang baru yang belum siap ini pun membawa ‘pemandangan’ yang tidak sedap ketika mereka yang belum diberikan pelatihan foto produk tiba-tiba menyerbu social media dan market place dengan foto produk yang bisa merusak citra produk atau kategori produk tersebut. Para pemula ini harus dilatih terlebih dahulu dalam mengambil foto produk dan kemudian mengiklankan produk mereka di pasar.

Kemudahan dan kebebasan upload penawaran di social media seolah ditanggapi dengan sebebas-bebasnya. Oleh sebab itu pembekalan esensial marketing sangat penting sebelum para pelaku UMKM (terutama yang pemula) dibekali dengan digital marketing. Evaluasi terhadap pelatihan-pelatihan digital marketing pun perlu dilakukan, sementara di perjalanan segera disusulkan pemahaman tentang esensial marketing.

Scroll to Top